Dia sudah pergi ( A Tribute to Abdurrahman Wahid )
Satu orang lagi sudah pulang Orang yang selalu tertawa riang Yang kata-katanya buat kita senang Dia sudah pulang
Meninggalkan kita dengan warisan pemikiran Bahwa semua manusia adalah sama.. Sama dan punya hak yang sama Yang tiada beda dimatanya Walau nyatanya kita semua berbeda..
Selamat tinggal orang yang lucu Selamat jalan bapak guru Semoga kamu bahagia ditempat yang baru Dan akan kami teruskan perjuanganmu
Januari, 2010
Selasa, 12 Januari 2010
fantasia
Diriku terbang bagaikan burung Bebas sampai kelangit Kapanpun dan dimanapun aku mau Aku mau dan bisa terbang Aku bisa menggapai langit Aku bisa menembusnya Aku walaupun sakit.
Di benua asia tepatnya di asia tenggara Di antara lautan cina selatan dan selat malaka Ada sebuah negara kaya ekonomi tapi miskin budaya Dia selalu mengaku sebagai truly asia Dia anggap dirinya asia sebenarnya Dengan kekayaan budaya yang melimpah Tapi itu menurut dia Padahal tidak demikian Kenyataannya dengan luas wilayah segitu Dan keterbatasan demografis serta Keterbatasan keanekaragaman suku dan budaya Dia tetap terlihat kecil dan miskin budaya. Hingga akhirnya dia berusaha mencuri khazanah budaya tetangganya Di klaimlah satu persatu karya budaya si tetangga Kebetulan si tetangga tidak begitu peduli pada budayanya Tidak peduli bukan berarti karena tidak ingin peduli Tapi karena ada masalah yang lebih penting dari sekedar budaya Yaitu masalah perut Ya, karena si tetangga lapar dan sibuk mengenyangkan perut Maka dia lupa budayanya Inilah kesempatan negara pencuri menjarah Semua yang bisa dia jarah ya dia jarah Mulai dari sipadan ligitan sampai yang terakhir reog ponorogo
Yang namanya maling tetaplah maling walau dia satu agama dengan kita Walau dia keluar dari rahim yang sama Walau dia satu rumpun, dia tetaplah maling Dan patut ada hukuman buat dia Dia patut di obrak-abrik Dia patut di ganyang Karena dia tak punya etika bertetangga Karena dia mencuri warisan bangsa kita Karena dia menginjak martabat tetangganya